Amartha Buka Kartu Setelah Bos Ditunjuk Jadi Stafsus Jokowi

Amartha Buka Kartu Setelah Bos Ditunjuk Jadi Stafsus Jokowi

Amartha Buka Kartu Setelah Bos Ditunjuk Jadi Stafsus Jokowi

– Amartha buka kartu soal kelanjutan nasib perusahaan itu setelah bos perusahaan fintech

itu ditunjuk sebagai staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pendiri sekaligus CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, resmi diangkat sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo hari ini. Meski begitu, Andi tetap menjabat sebagai Direktur Utama (CEO) Amartha.

“Tetap jadi CEO,” kata Public Relation Manager Amartha Fintek Derira Harahap saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (21/11).

Dalam konferensi pers usai penunjukkan, Jokowi menyebut para staf khusus ini

akan menjadi teman diskusi Presiden. Diskusi ini menurutnya bisa dilakukan secara harian, mingguan, bulanan untuk memberikan gagasan segar dan inovatif.

Pria yang akrab disapa Taufan ini lahir di Jakarta, 24 Januari 1987. Taufan lulus strata 1 dari Institut Teknologi Bandung dan mengambil gelar master di Harvard Kennedy School.

Sebelum mendirikan Amartha, Taufan diketahui bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business Services selama hampir dua tahun.
Lihat juga:Daftar 14 Staf Khusus Jokowi pada Periode Kedua

Amartha sendiri merupakan salah satu perusahaan rintisan yang bergerak di sektor teknologi

finansial peer to peer lending (P2P), yang didirikan sejak 2010.

P2P adalah layanan financial technology yang “menjodohkan” pemodal dengan peminjam. Platform ini memberikan pinjaman usaha dengan sumber dana yang berasal dari siapapun yang berminat sebagai investor yang meminjamkan uangnya. Para investor ini mendapat keuntungan berupa bunga.

Awalnya, Amartha ialah lembaga keuangan mikro. Namun, sejak 2016 perusahaan bertransformasi menjadi perusahaan rintisan (startup) dan telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Baca Juga :