Bentuk Gabungan Badan Usaha dalam Bisnis

Bentuk Gabungan Badan Usaha dalam Bisnis

Bentuk Gabungan Badan Usaha dalam Bisnis

Dalam ekonomi dikenal beberapa bentuk-bentuk gabungan dari beberapa badan usaha, antara lain sebagai berikut:

Bentuk Holding Company

Holding Company adalah suatu bentuk gabungan beberapa badan usaha yang dilakukan dengan cara pembelian sebagian saham atau seluruh saham satu atau beberapa badan usaha. Dalam Pengabungan dengan cara holding company maka badan usaha yang melakukan pembelian saham dari badan usaha lainnya memiliki hak untuk mengatur dan mengendalikan badan usaha yang sahamnya telah dibeli.

Bentuk Joint Venture

Joint Venture adalah bentuk gabungan beberapa badan usaha yang berasal dari negara-negara yang berbeda menjadi satu kesatuan ekonomi yang berbentuk Perseroan Terbatas. Karena berbentuk PT maka modal bentuk gabungan join venture ini berupa saham.

Bentuk Trust

Trust merupakan bentuk gabungan beberapa badan usaha yang dilakukan dengan cara melebur beberapa badan usaha menjadi sebuah badan usaha baru yang lebih besar. Dampak negatif dari trust salah satunya adalah memungkinkan timbulnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat, karena dengan sistem monopoli badan usaha hasil peluburan tersebut dapat mepermainkan harga dan kebijakanlainnya dengan lebih leluasa.  Salah satu bentuk trust dinusantara adalah terbentuknya sebuah bank yang dikenal dengan “Bank Mandiri”, bank mandiri merupakan bank besar hasil gabungan dari bank-bank kecil anatara lain Bank Dagang Negara (BDN), Bank Exim, Bank Pembangunan Indonesia dan Bank Bumi Daya.

Bentuk Concern

Concern adalah bentuk gabungan beberapa badan usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk memecahkan masalah pembelian. Contohnya, beberapa badan usaha yang bergerak dalam produksi rokok melakukan pengabungan dengan tujuan membeli tembakau dalam jumlah yang besar agar badan usaha tersebut mendapatkan diskon lebih besar.

Bentuk Kartel

Kartel yaitu bentuk gabungan beberapa badan usaha yang sejenis dengan tujuan melakukan beberapa kesepakatan atau beberapa perjanjian tertentu. Badan usaha yang telah tergabung dalam kartel memiliki kebebasan sebagaimana sebelum bergabung dalam kartel, kecuali terkait hal-hal yang telah disepakati bersama.


Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/