Bijak Berselancar Internet untuk Anak

Bijak Berselancar Internet untuk Anak

Bijak Berselancar Internet untuk Anak

PENETRASI gawai di masyarakat Indonesia tengah dalam tren meningkat

selama beberapa tahun belakangan. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2019 menunjukkan selama 2018 penetrasi pengguna internet mencapai 64,8% atau 171,1 juta jiwa. Kontribusi pengguna tertinggi terdapat di Pulau Jawa.

Namun, tingginya penetrasi ini tidak disertai filter konten yang dapat diakses, terutama oleh anak dan remaja. Alhasil, mereka bisa dengan atau tanpa sadar kebablasan meng­akses konten yang belum sesuai dengan usianya.

Merujuk pada penelitian Uwe Hasebrink, Direktur Leibniz Institute

for Media Research (2009), terdapat sisi risiko anak berhadapan dengan dunia internet. Anak sebagai penerima berpotensi mendapat konten kekerasan, sadis, pornografi, ujaran rasialisme dan kebencian, hingga iklan dan pemasaran.

Sementara itu, pada anak sebagai partisipan bisa berdampak gangguan dan kegiatan menguntit, kekerasan seksual dari orang lain, terkena pengaruh ideologi, hingga eksploitasi dan penyalahgunaan data pribadi.

Pada anak sebagai korban, internet bisa menjadi medium perisakan, kekerasan seksual, potensi konten berbahaya, sampai perjudian dan pelanggaran hak cipta.

Direktur Eksekutif ICT Watch Heru Sutadi mengatakan penggunaan gawai

dan akses internet memang perlu mendapat perhatian dan bimbingan.

“Hal itu karena gawai dan internet bisa memberikan pengaruh baik dan buruk pada anak,” kata Heru saat dihubungi, Rabu (11/3).

 

sumber :

https://obatpenggemukbadan.id/final-fantasy-ix-apk/