Disdik Kota Hujan Bakal Biayai AUSTS dan Buta Huruf

Disdik Kota Hujan Bakal Biayai AUSTS dan Buta Huruf

Disdik Kota Hujan Bakal Biayai AUSTS dan Buta Huruf

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, berencana akan membiayai anak usia sekolah tidak bersekolah

(C), dan anak buta huruf. Rencana ini akan dimulai di tahun anggaran 2019 mendatang, dengan target 1.000 orang. Tujuannya, untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah, mengingat hingga sekarang rata-rata lama sekolah di Kota Bogor, baru mencapai 10,4%.

“2019 mendatang lama sekolah di Kota Bogor harus bisa mencapai 11 persen,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jana Sugiana saat didampingi Kasi Perencanaan dan Pelaporan Disdik Jajang Koswara, usai melakukan sosialisasi penanganan AUSTS dengan ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Bogor, di aula Dinas Pendidikan Kota Bogor, (9/2).

Menurut Jana, biaya yang akan dikucurkan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah

(APBD) Kota Bogor, diberikan dengan bentuk hibah kepada peserta paket A (setara SD) sebesar Rp500 ribu/tahun, Rp 1 juta/tahun/warga belajar paket B (setara SMP), dan Rp1.5 juta/tahun/warga belajar Paket C (setara SMA).

“Meskipun anggaran minim, semoga tidak menyurutkan semangat para pengelola PKBM dalam menjalankan program yang mengandalkan dari bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) ini,”imbuhnya.

Jana mengajak, seluruh pengelola (PKBM) melalui forum PKBM untuk menyisir AUSTS maupun buta huruf

di lingkungan sekitar PKBM berada. Sehingga ke depannya, jumlah AUSTS dan buta huruf di Kota Bogor semakin berkurang.

“PKBM harus mampu memberikan kesempatan belajar kepada seluruh lapisan masyarakat, agar mereka mampu membangun dirinya secara mandiri serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya,” beber Jana.

Jana menambahkan, PKBM juga harus berperan sebagai tempat pembelajaran masyarakat terhadap berbagai pengetahuan atau keterampilan dengan memanfaatkan sarana, prasarana dan potensi yang ada di sekitar lingkungannya. Sehingga warga belajar maupun masyarakat memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-tari-barong-bali/