Mahasiswa Harus Siap Hadapi Era Revolusi Industri

Mahasiswa Harus Siap Hadapi Era Revolusi Industri

Mahasiswa Harus Siap Hadapi Era Revolusi Industri

Seluruh kalangan mahasiswa harus siap menghadapi tantangan besar yang terjadi di era Revolusi Industri 4.0. Perubahan pola baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan lama.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker Maruli Hasoloan Tambunan mengatakan, dengan perkembangan teknologi seperti sekarang ini, maka tantangan itu harus dihadapi sesuai pola kerja baru yang tercipta dalam revolusi industri.

“Faktor terpenting, adalah menciptakan keterampilan dan kompetensi diri

dan itu secara konsisten harus ditingkatkan agar dapat mengisi pasar kerja pasca lulus dari perguruan tinggi,” kata Maruli saat membuka IKA Universitas Padjajaran (Unpad) Job Exp0 di Bandung, kemarin.

Revolusi industri ini, katanya, merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri. Perubahan pun terjadi seiring gencarnya perkembangan teknologi dalam dunia industri dan itu ditandai  dengan berubahnya iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif.

Oleh karena itu, katanya, lembaga pendidikan dan pelatihan Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki nilai tambah sesuai kebutuhan pasar kerja.  “Lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten dan inovatif,” tandasnya.

Selain sektor sumber daya manusianya, katanya melanjutkan, dunia industri

juga harus mampu mengembangkan strategi transformasi dengan mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan karena transformasi industri akan berhasil dengan adanya tenaga kerja yang kompeten.

Direktur Pendidikan Unpad Wawan Hermawan yang hadir pada saat itu

mengungkapkan, menjadi generasi yang hidup di era industri 4.0 harus mamiliki daya saing tinggi.

“Selain unggul di bidang akademik, generasi saat ini juga harus berdaya saing tinggi. Persaingan di luar dana sangat ketat, apalagi sekarang sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” kata Wawan.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/