Ujian Nasional 2017 SMA/MA Hari Pertama Berjalan Lancar

Ujian Nasional 2017 SMA/MA Hari Pertama Berjalan Lancar

Ujian Nasional 2017 SMA MA Hari Pertama Berjalan Lancar

Kemendikbud — Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) berjalan lancar. UN tingkat SMA/MA tahun ini diikuti 1,8 juta peserta dari 20.553 satuan pendidikan.

“Ujian Nasional sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA)

hari ini sudah dimulai dan sampai saat ini terpantau berjalan dengan baik,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Irjen Kemendikbud) Daryanto dalam konferensi pers tentang pelaksanaan UN SMA/MA di kantor Kemendikbud Jakarta, Senin (10/4).

Pengaduan yang diterima Kemendikbud terkait pelaksanaan UN SMA/MA menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hingga hari Senin Posko UN Kemendikbud menerima 46 saran dan pengaduan. “Dari 46 informasi tersebut, pengaduan ada 17. Dari 17 pengaduan terdapat isu kebocoran 4, isu kecurangan 4, gangguan sistem 4, UNBK susulan 1, yang tidak dapat ikut UNBK 2 orang karena ada kegiatan keagamaan, dan kesalahan nama 1 orang,” ujar Daryanto.

Daryanto menambahkan bahwa pengawasan pelaksanaan UN

juga melibatkan instansi pemerintah yang terkait yaitu Ombudsman dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di provinsi. “Selain itu kesadaran masyarakat untuk sama-sama mengawasi sudah bagus, dan media juga turut mengawal pelaksanaan UN,” tambah mantan pejabat BPKP tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kiki Yuliati menyoroti distribusi soal UN. Tahun ini adalah tahun pertama pemberlakuan kewenangan pengelolaan sekolah menengah oleh provinsi. “Tantangan kita tahun ini lebih berat dalam distribusi soal. Tahun lalu kita titipkan ke provinsi, sudah dengan mudah terdistribusi, tahun ini tidak semua provinsi, kabupaten, kota memiliki koordinasi yang sama,” kata Kiki.

Namun Sekretaris BSNP menggarisbawahi pelaksanaan UN SMA/MA hari pertama

berjalan lancar. Kendala yang dihadapi tidak mengganggu pelaksanaan UN secara keseluruhan. “Pengaduan yang kami terima ada sedikit masalah adminstrasi pengindukan, karena kewenangan provinsi, kabupaten/kota, dan ada persoalan-persoalan yang lebih teknis terkait distribusi soal,” ujar Sekretaris BSNP.

Tahun ini peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) lebih banyak dibandingkan peserta Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP). Tercatat, 1.145.341 siswa atau 63,20% menjadi peserta UNBK, dan 666.878 siswa atau 36,80% mengikuti UNKP. Tiga provinsi yaitu Bangka Belitung, D.I. Yogyakarta, dan D.K.I. Jakarta menjadi provinsi dengan 100 persen penyelenggaraan UNBK untuk jenjang SMA/MA. (Nur Widiyanto)
Sumber : BKLM

 

Baca Juga :