Yuk, Gunakan Media Sosial dengan Bijak

Yuk, Gunakan Media Sosial dengan Bijak

Yuk, Gunakan Media Sosial dengan Bijak

Kemendikbud — Dengan menjamurnya penggunaan media sosial di kalangan remaja

, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan sosialisasi penggunaan medis sosial (medsos) secara bijak bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/5/2017). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari siswa dan guru dari SMA/SMK di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Ari Santoso, yang menjadi narasumber pertama menyampaikan kepada para peserta sosialisasi agar memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif, seperti usaha/berdagang secara daring (online), mencari ilmu, dan menyebarkan informasi positif. Selain itu ia juga berpesan untuk selalu memeriksa ulang segala informasi yang kita dapatkan dari media sosial, termasuk informasi tentang pendidikan.

“Jangan buang waktu untuk menyebarkan berita-berita hoax yang tidak bisa

dipertanggungjawabkan!” tegas Ari. “Selalu berpikir positif. Kita gunakan energi kita untuk berpikir positif,” sambungnya.

Ari juga mengajak para siswa dan guru agar mengikuti setiap berita melalui situs maupun akun resmi, seperti akun media sosial Kemendikbud, yaitu Facebook (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI), Twitter (@Kemdikbud_RI), Instagram (@kemdikbud.ri), dan You Tube (KEMENDIKBUD RI).

Tidak hanya itu, Ari yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) ini juga memperkenalkan fasilitas belajar melalui media dari situs

Narasumber lain, Iwan Setyawan, praktisi media sosial yang juga CEO Provetic,

mengajak para siswa untuk aktif berkarya memanfaatkan media sosial. Mengingat media sosial memiliki peran penting bagi generasi saat ini, ia mengajak para generasi muda yang hadir untuk bisa berprestasi dengan tetap menjaga tradisi lokal yang mereka miliki.

Sementara Thomas Herda, Creative Director dari NET.TV menjelaskan tentang peran masyarakat yang semakin luas karena adanya media sosial saat ini. Citizen Journalism atau jurnalisme warga, contohnya, telah menjadi salah satu jalur yang dapat mengakomodir peran dari masyarakat umum untuk bisa berbagi berita tanpa harus menjadi reporter profesional. Dengan hanya bermodalkan telepon genggam, masyarakat juga dapat turut berpartisipasi dalam menyebarkan informasi atau berita.

“Citizen Journalism adalah menangkap momen melalui pandangan mata untuk melengkapi (laporan) wartawan profesional,” tutur Thomas.

Selain ketiga narasumber di atas, Kemendikbud juga mengundang Fahris Tauzinasy Syifa dari SMKN 4 Malang. Juara I Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional tahun 2017 bidang lomba Printing ini telah membangun usaha sejak kelas XI SMK. Ia menceritakan bagaimana usaha percetakan yang dibangunnya sempat ditertawakan oleh guru dan teman-temannya.

“Akhirnya saya bisa membuktikan bahwa inilah saya, saya bukan seperti yang kalian katakan tentang saya. Saya memiliki jati diri saya sendiri. Saya bisa buktikan bahwa saya bisa,” tuturnya.

Saat ditanya bagaimana ia memulai usahanya, penyuka sepak bola ini menjelaskan strateginya untuk mengumpulkan modal. “Dari setiap pesanan yang saya terima, saya pakai 50 persennya untuk modal. Waktu itu, pesanan pertama adalah nota,” tutur Fahris. Di awal membangun usaha percetakan, pihak sekolah sangat berperan dalam mendukungnya. “Saya menggunakan mesin cetak yang ada di fasilitas Unit Produksi dan Jasa (UPJ) SMKN 4 Malang,” katanya. (Aji Shahwin)

 

Sumber :

https://sel.co.id/